Lebih Kuat Mana? Panel Bambu VS Panel Kayu


Panel ini tidak hanya diaplikasikan sebagai partisi saja lho, namun bisa diaplikasikan di keseluruhan bangunan! Seruan "sustainable architecture" memang sudah kencang dan ramai digalakkan oleh para praktisi arsitektur dan desainer interior. Dan material natural dan alami lah yang sedang giat dikampenyekan. Misalnya bambu yang digadang-gadang lebih ramah lingkungan dan tahan lama dari pada kayu? Benar atau tidak, simak yuk artikel inspiratif berikut!
Yang akan diulas dalam artikel inspiratif kali ini adalah tentang panel bambu vs panel kayu!

 

plywood

sumber http://www.plyboo.com/

Bambu merupakan material bangunan yang natural dan alami, ramah lingkungan dan bisa lebih tahan lama daripada kayu. Bambu yang diaplikasikan sebagai panel sebuah bangunan baik itu rumah atau pun bangunan publik selalu harus melalui beberapa proses penting, Seperti proses carbonizing yaitu dimana bambu dimasak di sebuah alat tertentu dengan temperatur serta tekanan tertentu untuk menghasilkan panel bambu yang kuat, awet dan tahan lama. Tujuan dari carbonizing sendiri adalah untuk mengurangi kadar gula yang terkandung dalam bambu supaya bambu lebih stabil dalam menghadapi perubahan kelembapan udara di sekitarnya di saat diaplikasikan pada sebuah bangunan. Kemudian setelah proses carbonizing bambu melewati proses resin. Proses resin adalah proses pencelupan bambu hasil carbonizing pada cairan phenol formaldehyde. Kemudian dilanjutkan dengan proses press dengan tekanan tinggi sebesar 3.600 ton yang gunanya untuk memadatkan bambu menjadi papan panel berukuran 14cm x 14cm x 2440cm.

Material panel bambu ini, diklaim mempunyai kekutan yang lebih kuat daripada kayu ulin ! Tingkat kestabilan panel bambu lebih stabil dimensinya daripada solid wood pada umumnya. Karena kepadatan yang tinggi dan dengan melalui proses carbonizing, panel bambu ini hanya mempunyai penyusutan dan pembengkokan yang sangat kecil yaitu sebesar 1mm sehingga tidak akan pernah berubah bila sedikit pun terkena air atau berada di ruangan dengan tingkat kelembapan yang tinggi.

 

panel-kayu

 

Panel kayu yang sering diaplikasikan adalah bernama Plywood. Plywood terbuat dari beberapa lembaran tipis, atau lapisan yang arah seratnya disusun saling melintang antara lembaran bawah dengan lembaran bagian atas secara bersamaan dengan lem khusus di bawah tekanan besar sehingga didapatkan ketebalan tertentu. Lembaran-lembaran tersebut biasanya di peroleh dari proses pengupasan kayu log secara rotary. Dari proses ini diperoleh lembaran yang lebar dan panjang pada ketebalan yang kecil (0.3mm – 3 mm). Dalam bahasa Indonesia, plywood disebut kayu lapis dan dalam bahasa sehari-hari para tukang kayu awam menyebutnya tripleks, walaupun sebenarnya lebih dari 3 lapisan. Di instansi pendidikan lain menyebutnya sebagai multipleks yang berarti beberapa lapisan. Dari konstruksi yang digunakan untuk membuat plywood, maka bahan ini sangat tahan terhadap resiko pecah/retak, melengkung atau melintir yang tergantung pula pada ketebalannya. Dimulai dari standar ketebalan 3mm, 4mm, 6,9,12,15,18mm dan seterusnya.

 

panel-dinding-kayu-minimalis

 

Namun panel kayu/plywood tidak punya daya tahan yang kuat terhadap cuaca. Material ini hanya direkomendasikan untuk di dalam ruangan (indoor). Kelemahan paling besar pada plywood terdapat pada sisi tebalnya. Karena sisi tebal plywood merupakan bagian yang paling mudah menyerap air dan permukaannya sangat kasar.
Jadi pilih yang mana untuk melengkapi dekorasi ruangan di rumah? Panel bambu atau panel kayu? Sesuaikan dengan kebutuhan, selera dan budget ya! Jika ingin mengubah ruangan dengan desain yang sesuai keinginan dan budget, mengapa tidak berhubungan dengan kami, di sini di PT. Karunia Jayama Sentra. Kami adalah sebuah perusahaan Industri kayu, profesional dan ramah yang berlokasi di Jakarta Timur, dan kami akan membantu Anda untuk menemukan solusi yang tepat untuk rumah Anda.

Tinggalkan komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *